Senin, 20 Juni 2016

SEJARAH NTT (PULAU TIMOR)

SEJARAH NTT (PULAU TIMOR)
Sejarah Tentang Keberadaan Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) Sudah Tentu Banyak Yang Ingin Mengetahuinya, Meski Hal Itu Sekedar Hanya Untuk Menambah Wawasan Kita Semata. Berdirinya Timor Diyakini Oleh Sebagian Kalangan Telah Ada Sebelum Masa Kedatangan Portugis. Ada Beberap Versi Penceritaan Yang Mengungkapkan Tentang Beberapa Kemungkinan Berdirinya Timor. Berdasarkan Penelitian Bahasa, Ternyata Kata Cupa Berasal Dari Bahasa Spanyol Atau Dapat Juga Merupakan Bahasa Inggris Kuno, Cupa Atau Cuppe, Yang Artinya Kendi Berukir Indah Yang Biasanya Memang Dijadikan Sebagai Cindera Mata. Sehingga Kemungkinan Besar Versi Cerita Tentang Nahkoda Dan Rombongan Asing Pertama Yang Berasal Dari Spanyol. Namun Perlu Menjadi Catatan Bahwa Pada Masa Penguasaan Portugis Maupun Belanda, Kupan Ditulis Dan Diucapkan Dalam Lima Versi Yaitu Cupao, Coupan, Cupam, Kopan, Dan Koepang.
Dari Beberapa Catatan Sejarah Yang Sempat Terungkap Menuliskan Bahwa Keberadaan Pulau Timor Sudah Dikenal Sejak Abad Ketujuh, Hal Ini Mungkin Saja Disebabkan Karena Kayu Cendana Yang Ada Di Pulau Timor Ini Yang Memamng Dikenal Berkualitas Baik. Masih Juga Mengacu Pada Catatan Yang Sama, Bahwa Waktu Itu Banyak Sekali Pedagang Dari Malaka, Gujarat, Jawa Dan Makasar, Serta Pedagang Dari Negri Cina Yang Telah Melakukan Kontak Dagang Secara Langsung Dengan Raja-Raja Yang Saat Itu Menjadi Penguasa Di Timor, Yang Sudah Pasti Sangat Mengawasi Penebangan Kayu Cendana Di Daerah Pedalaman Pulau Timor Ini.
Didalam Sebuah Dokumen Cina Yang Ditulis Oleh Chau Ju Kua, Mencatatkan Bahwa, Pada Masa Itu Pulau Timor Biasa Disebut Dengan Nama Tiwu, Adalah Sebuah Kawasan Yang Terkenal Sangat Kaya Dengan Kayu Cendana. Di Zaman Kekuasaan Kerajaan Hindu-Jawa, Kerajaan Kediri Telah Mampu Melakukan Hubungan Dagang Atau Juga Barter Dengan Raja-Raja Di Wilayah Timor, Atau Bisa Juga Raja-Raja Taklukan Yang Berada Di Pulau Timor Membayar Upeti Mereka Dengan Menggunakan Kayu Cendana Kepada Raja Di Kediri. Seperti Halnya Didalam Buku Negarakertagama, Mencatat Bahwa Wilayah Timor Kepulauan Yang Saat Itu Terkenal Dengan Hasil Cendananya, Adalah Juga Termasuk Dalam Wilayah Kekuasaan Majapahit.
Masih Ada Juga Sebuah Catatan Cina Yang Ditulis Oleh Hsing-Cha Shenglan, Menyebutkan Bahwa Di Kih-Ri Timun (Diyakini Sebagai Pulau Timor) Waktu Itu Terdapat Dua Belas Tempat Penampungan Kayu Cendana, Disebut Dengan Twelve Ports Ormercantile Establisment, Each Under A Chief (Dua Belas Pelabuhan/Kelompok Kegiatan Perdagangan, Yang Masing-Masing Dibawah Pengawasan Seorang Pemimpin). Adapun Duabelas Tempat Tersebut Antara Lain Adalah: Kupang, Naikliu, Oekusi, Atapupu, Betun, Boking, Kolbano, Bitan, Elo Abi, Bijeli, Oepoli, Dan Nefokoko. Dari Ke Dua Belas Tempat Inilah Pedagang Cina Dan Jawa Kemungkinan Mengangkut Kayu Cendana Ke Kediri, Sumatra (Sriwijaya), Jazirah Melayu (Malaka), Dan Wilayah Asia Lainnya. Sejak Itu Timor Dikenal Dengan Nama Timor Pulau Cendana. Sistem Perdagangan Yang Digunakan Ketika Itu Pun Masih Menggunakan Sistem Barter, Dengan Barang Pengganti Seperti Tembikar, Manik, Sutera, Barang-Barang Atau Peralatan Dari Besi Yakni Sebangsa Kapak, Parang, Pisau Dan Sebagainya.
Ketika Portugis Berhasil Merebut Goa, Yaitu Sebuah Wilayah Di Pantai Barat India Tengah, Dan Pada Tahun 1511 Berhasil Pula Merebut Malaka Yang Ketika Itu Menjadi Pusat Perdagangan Asia Tenggara, Maka Untuk Misi Perdagangan Dan Agama, Portugis Kemudian Melakukan Ekspansi Ke Arah Timur, Yakni Maluku Yang Termasyur Karena Rempah-Rempahnya, Dan Solor (Flores) Yang Termasyur Dengan Kayu Cendananya. Masih Di Tahun 1511, Armada Ferdinand Magellan (Terdiri Atas Dua Buah Kapal) Singgah Di Alor Dan Timor (Kupang). Dalam Penyeberangan Ke Selat Pukuafu, Kedua Kapal Ini Tertimpa Badai, Salah Satu Kapal Karam Dan Hancur. Salah Satu Jangkar Raksasa Kapal Ini Hingga Kini Masih Ada Di Pantai Rote. Satu Lainnya Berhasil Lolos Dari Amukan Ombak Melanjutkan Perjalanan Ke Sabu, Kemudian Ke Tanjung Harapan Dan Kembali Ke Spanyol. Karena Lolos Dari Amukan Gelombang Di Pantai Rote Itu, Maka Kapal Tersebut Dikenal Dengan Nama Kapal Victory.
Hal Ini Juga Terjadi Di Zaman VOC Sampai Dengan VOC Dibubarkan Pada Tahun 1799, Dimana Kemudian Segala Hak Dan Kewajiban Indonesia Diambil Alih Oleh Pemerintah Belanda. Peralihan Ini Sudah Tentu Tidak Membawa Perubahan Apapun, Karena Pada Waktu Itu Balanda Di Negaranya Tengah Menghadapi Perang Yang Dilancarkan Oleh Negara Tetangga Mereka Perancis. Belanda Waktu Itu Masih Dikuasai Oleh Pemerintah Boneka Dari Kekaisaran Perancis Dibawah Napoleon. Keadaan Ini Dimanfaatkan Dengan Baik Oleh Kerajaan Inggris Untuk Memperluas Jajahannya Dengan Merebut Wilayah Jajahan Belanda.
Armada Inggrispun Mengganggu Semua Daerah Kekuasaan Belanda Di Indonesia, Sehingga Pada Tahun 1799 Hampir Seluruh Wilayah Indonesia (Kecuali Jawa, Palembang, Banjarmasin Dan Timor) Sepenuhnya Berada Dalam Kekuasaan Inggris. Dua Kapal Inggris Memasuki Pelabuhan Kupang Pada 10 Juni 1797, Namun Berhasil Dipukul Mundur Oleh Greving Yang Mengarahkan Pada Mardijkers. Kira-Kira Tahun 1800, Komisaris Fiskal Bernama Doser Diutus Dari Makasar Ke Kupang Untuk Menyelidiki Keadaan Keuangan VOC. Akan Tetapi Ketika Doser Sampai Di Kupang Ia Segera Diperintahkan Untuk Kembali Dan Tugasnya Diambil Alih Oleh Pejabat Lain Yang Bernama Lofsteth. Namun Tak Berapa Lama Kemudian Lofsteth Meninggal. Posisi Ini Kemudian Digantikan Oleh Hazart, Seorang Belanda Yang Diyakini Lahir Di Kupang Tahun 1773. Dibawah Kepemimpinannya Belanda Berhasil Membatasi Wilayah Gerak Portugis Sampai Awal Abad XIX. Penguasaan Ini Akhirnya Berdampak Terhadap Kehidupan Agama Dan Kultural Di Timor. Kupang Dan Sekitarnya (Pulau Timor Bagian Barat) Lebih Banyak Memeluk Agama Kristen Dengan Bahasa Dan Dialek Yang Sangat Kental Dengan Pengaruh Bahasa Belanda. Contoh Kata Tidak Dalam Bahasa Kupang Adalah Sonde Dari Kata Sonder Dalam Bahasa Belanda. Semakin Ke Arah Timor Menuju Kabupaten Belu-Atambua (Perbatasan Timor Leste) Mayoritas Penduduk Memeluk Agama Katholik Dengan Pengaruh Bahasa Dari Portugis. Namun Di Daerah Pesisir, Dimana Dahulu Banyak Bermukim Pedagang Islam Dari Gujarat, Pakistan Dan Sekitarnya Masih Banyak Memeluk Agama Islam.
Pada Masa Sesudah Tahun 1900, Kerajaan-Kerajaan Yang Ada Di NTT (Nusa Tenggara Timur) Pada Umumnya Telah Berubah Status Menjadi Swapraja. Swapraja-Swapraja Tersebut, 10 Berada Di Pulau Timor ( Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio Mafo, Biboki, Insana) Satu Di Pulau Rote, Satu Di Pulau Sabu, 15 Di Pulau Sumba ( Kanatang, Lewa-Kanbera, Takundung, Melolo, Rendi Mangili, Wei Jelu, Masukaren, Laura, Waijewa, Kodi-Laula, Memboro, Umbu Ratunggay, Ana Kalang, Wanokaka, Lambaja), Sembilan Di Pulau Flores (Ende, Lio, Larantuka, Adonara, Sikka, Angada, Riung, Nage Keo, Manggarai), Tujuh Di Pulau Alor-Pantar (Alor, Baranusa, Pantar, Matahari Naik, Kolana, Batu Lolang, Purema). Swapraja-Swapraja Tersebut Terbagi Lagi Menjadi Bagian-Bagian Yang Wilayahnya Lebih Kecil. Wilayah-Wilayah Kecil Itu Disebut Kafetoran-Kafetoran Yang Biasanya Dipimpin Oleh Seorang Fetor.
Wilayah Nusa Tenggara Timur Pada Waktu Itu Merupakan Wilayah Hukum Dari Keresidenan Timor Dan Daerah Takluknya. Keresidenan Timor Dan Daerah Bagian Barat (Timor Indonesia Pada Waktu Itu, Flores, Sumba, Sumbawa Serta Pulau-Pulau Kecil Sekitarnya Seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor). Keresidenan Timor Dan Daerah Takluknya Berpusat Di Kupang, Yang Memiliki Wilayah Terdiri Dari Tiga Affdeling (Timor, Flores, Sumba Dan Sumbawa), 15 Onderafdeeling Dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor Dan Pulau-Pulau Terdiri Dari 6 Onderafdeeling Dengan Ibukotanya Di Kupang. Afdeeling Flores Terdiri Dari 5 Onder Afdeeling Dengan Ibukotanya Di Ende. Yang Ketiga Adalah Afdeeling Sumbawa Dan Sumba Dengan Ibukota Di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa Dan Sumba Ini Tediri Dari 4 Oder Afdeeling. Keresidenan Timor Dan Daerah Takluknya Dipimpin Oleh Seorang Residen, Sedangkan Afdeeling Di Pimpin Oleh Seorang Asisten Residen. Asisten Residen Ini Membawahi Kontrolir Atau Controleur Dan Geraghebber Sebagai Pemimpin Onder Afdeeling. Asisten Residen, Kontrolir Dan Gezaghebber Adalah Pamong Praja Kolonial Belanda. Para Kepala Onder Afdeeling Yakni Kontrolir Dibantu Oleh Pamong Praja Bumi Putra Ber Pangkat Bestuurs Assistant.
Sampai Pada Tanggal 8 Maret 1942 Ketika Komando Angkatan Perang Belanda Di Indonesia Menyerah Kepada Jepang. Dengan Demikian Secara Resmi Jepang Menggantikan Belanda Sebagai Pemegang Kekuasaan Di Indonesia. Untuk Indonesia Bagian Timur Termasuk Wilayah Indonesia. Bagian Timur Wilayah NTT Berada Di Bawah Kekuasaan Angkatan Laut Jepang (Kaigun) Yang Berkedudukan Di Makasar. Adapun Dalam Rangka Menjalankan Pemerintahan Di Daerah Yang Diduduki Kaigun Menyusun Pemerintahannya. Untuk Wilayah Indonesia Bagian Timur Dikepalai Oleh Minseifu Yang Berkedudukan Di Makasar. Di Bawah Minseifu Adalah Minseibu Yang Untuk Daerah Nusa Tenggara Timur Termasuk Ke Dalam Sjoo Sunda Shu (Sunda Kecil) Yang Berada Di Bawah Pimpinan Minseifu Cokan Yang Berkedudukan Di Singaraja. Disamping Minseibu Cokan Terdapat Dewan Perwakilan Rakyat Yang Disebut Syoo Sunda Sukai Yin. Dewan Ini Juga Berpusat Di Singaraja. Diantaranya Anggota Dewan Ini Yang Berasal Dari Nusa Tenggara Timur Adalah Raja Amarasi H.A. Koroh Dan I.H. Doko. Untuk Pemerintahan Di Daerah-Daerah Nampaknya Tidak Banyak Mengalami Perubahan, Hanya Istilah-Istilah Saja Yang Dirubah. Bekas Wilayah Afdeeling Dirubah Menjadi Ken Dan Di NTT Ada Tiga Ken Yakni Timor Ken, Flores Ken Dan Sumba Ken. Ken Ini Masing-Masing Dikepalai Oleh Ken Kanrikan. Sedangkan Tiap Ken Terdiri Dari Beberapa Bunken (Sama Dengan Wilayah Onder Afdeeling) Yang Dikepalai Dengan Bunken Karikan. Di Bawah Wilayah Bunken Adalah Swapraja-Swapraja Yang Dikepalai Oleh Raja-Raja Dan Pemerintahan Swapraja Ke Bawah Sampai Ke Rakyat Tidak Mengalami Perubahan.
Setelah Jepang Menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) Di Kupang Memutuskan Untuk Menyerahkan Pemerintahan Atas Kota Kupang Kepada Tiga Orang Yakni Dr.A.Gakeler Sebagai Walikota, Tom Pello Dan I.H.Doko. Namun Hal Ini Tidak Berlangsung Lama, Karena Pasukan NICA Segera Mengambil Alih Pemerintahan Sipil Di NTT, Dimana Susunan Pemerintahan Dan Pejabat-Pejabatnya Sebagian Besar Adalah Pejabat Belanda Sebelum Perang Dunia II. Dengan Demikian NTT Kembali Menjadi Daerah Kekuasaan Belanda Lagi, Sistem Pemerintahan Sebelum Masa Perang Ditegakkan Kembali. Pada Tahun 1945 Kaum Pergerakan Secara Sembunyi-Sembunyi Telah Mengetahui Perjuangan Republik Indonesia Melalui Radio. Oleh Karena Itu Kaum Pegerakan Menghidupkan Kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor Yang Berdiri Sejak Tahun 1937 Dan Kemudian Berubah Menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Perjuangan Politik Terus Berlanjut, Sampai Pada Tahun 1950 Dimulai Fase Baru Dengan Dihapusnya Dewan Raja-Raja. Pada Bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT Mengangkat Y.S. Amalo Menjadi Kepala Daerah Timor Dan Kepulauannya Menggantikan H.A.Koroh Yang Wafat Pada Tanggal 30 Maret 1951. Pada Waktu Itu Daerah NTT (Nusa Tenggara Timur) Termasuk Dalam Wilayah Propinsi Sunda Kecil. Berdasarkan Atas Keinginan Serta Hasrat Dari Rakyat Daerah Nusa Tenggara, Dalam Bentuk Resolusi, Mosi, Pernyataan Dan Delegasi-Delegasi Kepada Pemerintahan Pusat Dan Panitia Pembagian Daerah Yang Dibentuk Dengan Keputusan Presiden No.202/ 1956 Perihal Nusa Tenggara, Pemerintah Berpendapat Suda Tiba Saatnya Untuk Membagi Daerah Propinsi Nusa Tenggara Termasuk Dalam Peraturan Pemerintahan RIS No. 21 Tahun 1950, (Lembaran Negara RIS Tahun 1950No.59) Menjadi Tiga Daerah Tingkat I Dimaksud Oleh Undang-Undang No.I Tahun 1957. Akhirnya Berdasarkan Undang-Undang No.64/1958 Propinsi Nusa Tenggara Di Pecah Menjadi Daerah Swa Tantra Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat Dan NTT (Nusa Tenggara Timur). Daerah Tingkat I Nusa Tenggara Timur Meliputi Daerah Flores, Sumba Dan Timor.
Berdasarkan Undang-Undang No.69/ 1958 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Tingkat II Dalam Wilayah Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat Dan NTT (Nusa Tenggara Timur), Maka Daerah Swa Tantra Tingkat I NTT (Nusa Tenggara Timur) Dibagi Menjadi 12 Daerah Swatantra Tingkat II ( Monografi NTT, 1975, Hal. 297). Adapun Daerah Swatantra Tingkat II Yang Ada Tersebut Adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Flores Timur, Alor, Kupang, Timo Tengah Selatan, Timor Tengah Utara Dan Belu. Dengan Keluarnya Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Daswati I NTT (Nusa Tenggara Timur) Tertanggal 28 Februari 1962 No.Pem.66/1/2 Yo Tanggal 2 Juli 1962 Tentang Pembentukan Kecamatan Di Daerah Swatantra Tingkat I NTT (Nusa Tenggara Timur), Maka Secara De Facto Mulai Tanggal 1Juli 1962 Swapraja-Swapraja Dihapuskan (Monografi NTT, Ibid, Hal. 306). Sedangkan Secara De Jure Baru Mulai Tanggal 1 September 1965 Dengan Berlakunya Undang-Undang No. 18 Tahun 1965 Tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah. Pada Saat Itu Juga Sebutan Daerah Swatantra Tingkat I NTT (Nusa Tenggara Timur) Dirubah Menjadi Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur), Sedangkan Daerah Swatantra Tingkat II Dirubah Menjadi Kabupaten.
Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat INTT (Nusa Tenggara Timur) Di Kupang, Tanggal 20 Juli 1963 No.66/1/32 Mengenai Pembentukan Kecamatan , Maka Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) Dengan 12 Daerah Tingkat II Dibagi Menjadi 90 Kecamatan Dan 4.555 Desa Tradisional, Yakni Desa Yang Bersifat Kesatuan Geneologis Yang Kemudian Dirubah Menjadi Desa Gaya Baru. Pada Tahun 2003 Wilayah Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) Terdiri Dari 16 Kabupaten Dan Satu Kota . Kabupaten-Kabupaten Dan Kota Tersebut Adalah : Sumba Barat, Sumba Timur, Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara , Belu, Alor, Lembata, Flores Timur, Sikka, Ende, Angada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat Dan Kota Kupang. Dari 16 Kabupaten Dan Satu Kota Tersebut Terbagi Dalam 197 Kecamatan Dan 2.585 Desa/Kelurahan.

Kamis, 16 Juni 2016

RAGAM SUKU DI NUSA TENGGARA TIMUR

Ragam Suku Di Nusa Tenggara Timur


Suku Dunia ~ Sebagai referensi anda, Suku Dunia akan memberitahukan kepada anda beberapa macam suku bangsa yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan semoga dengan postingan ini, wawasan anda akan pengetahun kebudayaan di Nusa Tenggara Timur bertambah. Suku-suku ini tersebar di berbagai daerah wilayah atau Kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang terkenal akan hewan komodonya ini.

ragam-suku-di-nusa-tenggara-timur

Suku Alor

Suku bangsa Alor mendiami daratan pulau Alor, Pantar dan pulau-pulau kecil di antaranya. Daerah mereka sekarang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama Alor mungkin diberikan oleh orang luar untuk menyebut seluruh kelompok masyarakat yang berdiam di daerah tersebut. Mereka sendiri terdiri atas sejumlah sub-suku bangsa, antara lain Abui, Alor, Belagar, Deing, Kabola, Kawel, Kelong, Kemang, Kramang, Kui, Lemma, Maneta, Mauta, Seboda, Wersin, dan Wuwuli. Pada masa lampau sub-sub suku bangsa tersebut masing-masing hidup terasing di daerah perbukitan dan pegunungan, terutama untuk menghindari peperangan dan tekanan dari dunia luar.

Suku Atoni

Suku bangsa Atoni berdiam di pedalaman Pulau Timor bagian barat yang sebagian besar berupa tanah kering dan berbukit-bukit gundul, seperti di kefettoran Amarasi, Fatu Leu, Amfoan, Mollo, Amanuban, Amanatun, Miomafo, Insana dan Beboki. Jumlah populasinya sekitar 300.000 jiwa. Orang Atoni mempunyai bermacam-macam sebutan. Orang Tetun menyebut mereka orang Dawan, Orang Bunak menyebut mereka Rawan, penduduk di kota Kupang menyebut mereka Orang Gunung.

Suku Bajawa

Bajawa berarti India belakang. Nenek moyang penduduk Bajawa berasal dari India belakang yang masuk ke pulau Jawa, kemudian mereka melanjutkan perjalanan melalui samudera menuju ke Flores dengan mengendarai sampan yang mereka anggap mirip seperti piring. Oleh sebab itu nama kota tempat tinggalnya di Flores disebut dengan Bhajawa, yang berarti piring dari Jawa. Pendaratan pertama mereka di Flores yaitu di daerah Aimere, kemudian mereka melanjutkan perjalanan darat hingga sampai ke Bajawa. Para pendatang tersebut membawa budaya dari Hindia belakang yang kemudian mereka padukan dengan budaya asli, yaitu Ngadhu dan Bhaga.

Suku Boti

Suku Boti merupakan salah satu suku tertua di Provinsi NTT. Keberadaannya yang nyaris tak terdengar memang sempurna dengan lokasi mereka bermukim jauh dari kehidupan kota dan jalanan yang seadanya untuk dilalui kendaraan bermotor. Dari Kupang, Ibukota Provinsi NTT, terlebih dahulu kita akan memasuki Kota So’e yang merupakan Ibukota dari Kabupaten Timor Tengah Selatan. Kota kecil yang sejuk, penghasil buah jeruk. Pada saat musim jeruk, kita dapat membeli buah tersebut langsung dari pohon. Jangan heran kalau dengan uang sebanyak lima ribu rupiah kita sudah bisa dipersilahkan memakan jeruk sepuasnya dari pohon.

Suku Deing

Suku Deing adalah suatu kelompok masyarkat yang mendiami daerah Lebang Beengada, Mariabang, Nadar dan Bagang, yang berada di kabupaten Alor provinsi Nusa Tenggara Timur. Suku Deing, adalah salah satu dari puluhan suku-suku kecil yang berada di kabupaten Alor. Populasi suku Deing termasuk kecil, tapi mereka eksis sebagai suatu kelompok masyarakat yang memiliki adat-istiadat, budaya dan bahasa sendiri. Suku Deing berbicara dalam bahasa Deing, yang merupakan suatu bahasa cabang bahasa Austronesia.

Suku Ende

Suku Ende merupakan satu dari dua suku yang menjadi mayoritas di kabupaten Ende di pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Suku Ende di kabupaten Ende hidup bersama dengan suku Lio yang juga mendiami daerah ini. Suku Lio sebagai suku tetangga suku Ende pada umumnya hidup di daerah pegunungan. Sedangkan suku Ende bermukim di daerah pesisir di sekitar bagian selatan kabupaten Ende.

Suku Flores

Suku bangsa Flores merupakan percampuran etnis antara Melayu, Melanesia, dan Portugis. Dikarenakan lokasi yang berdekatan dengan Timor, yang pernah menjadi Koloni Portugis, maka interaksi dengan kebudayaan Portugis pernah terjadi dalam kebudayaan Flores, baik melalui Genetik, Agama dan budaya.

Suku Kedang

Suku bangsa ini mendiami desa-desa dalam daerah Omesuri dan Buyasuri di Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kedua daerah tersebut berada di daratan Pulau Lomblem atau Lembata yang sebagian besar berupa padang rumput berbukit-bukit. Jumlah populasi suku bangsa berbahasa Kedang ini diperkirakan sekitar 12.000 jiwa.

Suku Kemak

Masyarakat ini hidup dari pertanian di ladang dan sawah, beternak kerbau, kuda, sapi, babi dan kambing. Kaum wanita mereka juga suka menenun kain (tais) Timor yang cukup terkenal itu. Jumlah populasi suku Kemak sekitar 50.000 jiwa. Dalam berhubungan dengan suku bangsa lain di wilayah Timor Leste mereka menggunakan bahasa Tetun.

Suku Kemang

Suku Kemang merupakan salah satu suku kecil dari sekian banyak suku-suku di kabupaten Alor. Suku Kemang memiliki populasi yang kecil, namun mereka memiliki adat-istiadat, budaya dan bahasa sendiri, yaitu bahasa Kemang. Masyarakat suku Kemang dalam bertahan hidup pada bidang pertanian. Mereka memiliki ladang atau kebun yang ditanami beberapa jenis tanaman untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari, seperti jagung, kacang-kacangan, umbi-umbian, pisang dan kelapa.

Suku Lamaholot

Suku Lamaholot adalah salah satu komunitas masyarakat yang terdapat di kabupaten Flores Timur, Tanjung Bunga, Adonara, Solor dan Lembata, yang semuanya berada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat suku Lamaholot berbicara dalam bahasa Lamaholot. Bahasa Lamaholot memiliki banyak varian bahasa, yang disebut sebagai bahasa Lamaholot dengan dialek-dialeknya.Menurut penuturan masyarakat Lamaholot, bahwa pada awalnya bahasa mereka hanya satu bahasa, yaitu bahasa Lamaholot, dengan terjadinya percampuran penduduk dari suku-suku lain mempengaruhi penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Suku Manggarai

Suku bangsa Manggarai mendiami Kabupaten Manggarai yang terletak di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jumlah populasinya sekitar 350.000 jiwa. Bahasa Manggarai nampaknya terdiri atas beberapa dialek, seperti dialek Pae, Mabai, Rejong, Mbaen, Pota, Manggarai Tengah, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Empat dialek terdepan mungkin merupakan bahasa dari kelompok suku bangsa tersendiri yang tunduk kepada orang Manggarai di zaman dulu.

Suku Ngada

Orang Ngada sebenarnya terdiri atas beberapa sub-suku bangsa yaitu Ngada, Maung, Riung, Rongga, Nage Keo, Bajawa dan Palue. Sub-sub suku bangsa itu umumnya ditandai oleh perbedaan dialek-dialek yang mereka pakai. Sungguhpun begitu ciri-ciri kebudayaan mereka memperlihatkan kesamaan. Masyarakat Suku Ngada berdiam di Pulau Flores, tepatnya di wilayah Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Populasinya diperkirakan sekitar 155.000 jiwa. Mata pencaharian hidup mereka umumnya adalah berladang, sebagian di sawah, ada pula yang beternak sapi, kerbau, dan kuda.

Suku Rote

Suku Rote atau Orang Rote berdiam di Pulau Roti, Ndao dan sebagian pantai barat Pulau Timor, di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Daerah mereka termasuk dalam wilayah Kabupaten Kupang. ada anggapan para ahli bahwa penduduk di pulau-pulau itu sebenarnya berasal dari Pulau Seram di Maluku Tengah. Jumlah populasinya sekitar 88.000 jiwa.

Suku Sika

Sika adalah sebuah suku bangsa Indonesia yang menetap di wilayah tengah timur Flores antara Sungai Bloh dan Sungai Napung. Bahasa Sika, bagian dari rumpun bahasa Timor-Ambon, dipertuturkan oleh suku Sika.


Sejarah Pembentukan Kota Kupang

Sejarah Pembentukan Kota Kupang


Nama Kupang yang sesungguhnya berasal dari nama seorang raja, yaitu Nai Kopan atai Lai Kopan yang memerintah Kota Kupang sebelum datangnya bangsa Portugis di Nusa Tenggara Timur. Pada abad ke 13 di daerah NTT pada umumnya dan Pulau Timor pada khususnya telah ramai dikunjungi oleh pedagang-pedagang dari wlayah Indonesia Barat dengan maksud untuk berdagang kayu Cendana.
Pada tahun 1436 pulau Timor mempunyai 12 kota Banda namun tidak disebutkan namanya. Salah satunya didaerah pantai sekitar Teluk Kupang. Daerah ini merupakan kekuasaan Raja Helong dan yang menjadi Raja pada saat itu adalah Raja Koen Lai Bissi. Pada abad ke-16 datang dua kekuasaan asing di NTT dengan pusat kegiatannya di pulau Solor dan membangun benteng pertahanan yang dikenal dengan nama Benteng Lohayong. Dari Pulau Solor bangsa Portugis mulai memperluas kekuasaannya ke seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.
Pada tahun 1613 VOC yang berkedudukan di Batavia (Jakarta) mulai berdagang  dengan mengirim 3 kapal  yag dipimpin oleh Apolonius Scotte menuju pulau Timor dan mendarat di Teluk Kupang dan diterima oleh Raja Helong yang sekaligus menawarkan sebidang tanah untuk keperluan markas VOC.
VOC belum mempunyai kedudukan yang tetap di pulau Timor. Pada tanggal 29 Desember 1645 seorang Padri Portugis yang bernama Antonio de Sao Jasinto mendarat di Kupang. Beliau mendapat tawaran yang sama dari Raja Helong dan tawaran tersebut disambut baik oleh Antonio de Sao Jasinto dengan mendirikan sebuah benteng kecil di tempat tersebut. Namun benteng tersebut ditinggalkan karena terjadi perselisihan diantara mereka.
VOC semakin menyadari  pentingnya wilayah Nusa Tenggara Timur bagi kepentingan perdagangannya. Sehingga pada tahun 1625 sampai pada tahun 1663 VOC melakukan perlawanan ke daerah kedudukan Portugis di pulau Solor, dan dengan bantuan orang-orang Islam di Solor, benteng Portugis Ford Henricus berhasil direbut dan jatuh ke tangan VOC. Pada tahun itu juga terjadi gempa bumi yang hebat di pulau Solor, sehingga benteng tersebut roboh.
Pada tahun 1653 VOC melakukan pendaratan di Kupang dan berhasil merebut bekas benteng Portugis Ford Henrricus Concordia yang terletak di muara sungai Teluk Kupang, tepatnya di Keluarahan Fatufeto (sekarang) dibawah pimpinan Kapten Johan Burger. Kedudukan VOC di Kupang pada waktu itu langsung dipimpin oleh Openhofd J. Van Der Heiden.
Selama VOC menguasai Kupang, dari tahun 1653 hingga tahun 1810 telah menempatkan 38 orang Openhofd di Kupang, dan yang terakhir adalah Stoopkert yang berkuasa dari tahun 1808 hingga tahun 1810.
Di masa inilah, nama Lai Kopan oleh Belanda disebut Koepan, dan dalam bahasa sehari-hari berkembang menjadi Kupang. Pada tahun 1810 di Kupang ditempatkan seorang residen bernama J. A. Hazaart.
Untuk pengamanan Kota Kupang maka Belanda membentuk daerah penyangga di sekitar Teluk Kupang dengan mendatangkan penduduk dari Rote, Sabu dan Solor. Untuk lebih meningkatkan pengamanan kota, maka pada tanggal 23 April 1886 oleh Residen Creeve telah ditetapkan batas-batas kota Kupang yang diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor 171 tahun 1886 dengan luas wilayah kurang lebih 2 km² Oleh karena itu pada tanggal 23 April 1886 ditetapkan sebagai hari lahir Kota Kupang.
Setelah Indonesia merdeka melalui Surat Keputusan Gubernemen 1946, tertanggal 6 Februari 1956 Kota Kupang diserahkan kepada Swapraja Kupang, yang kemudian dialihkan lagi statusnya pada tanggal 21 Oktober 1946 dengan bentuk Timor Elland Federate atau Dewan Raja-Raja Timor dengan Ketua H. A. A. Koroh yang juga sebagai Raja Amarasi.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Swapraja Kupang Nomor 3 tahun 1946 tertanggal 31 Mei 1946 dibentuk Road sementara Kupang dengan 30 anggota dewan. Selanjutnya pada tahun 1949 Kota Kupang memperoleh status Haminte dengan walikota pertama Th. J. Messakh.
Pada tahun 1955 ketika menjelang Pemilu, dengan Surat Keputusan Mendagri Nomor PUD 5/16/46 tertanggal 22 Oktober 1955 Kota Kupang disamakan statusnya dengan wilayah Kecamatan.
Pada tahun 1958 dengan UU Nomor 64 tahun 1958 Propinsi Sunda Kecil dihapus dan dibentuk tiga daerah Swatantra, yaitu Daerah Swatantra Tingkat I Bali, Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat dan Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Timur.
Pada tahun 1958 ditetapkan UU Nomor 69 tahun 1958 tenta pembentukan daerah-daerah tingkat II (Kabupaten) yang antara lain Kabupaten Kupang. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Nusa Tenggara Timur Nomor 17 tahun 1969 tanggal 12 Mei 1969 dibentuk sebuah wilayah kecamatan yakni Kecamatan Kota Kupang.
Kecamatan Kota Kupang mengalami perkembangan yang pesat dari tahun ke tahun. Pada tahun 1978 status Kecamatan Kota Kupang ditingkatkan menjadi Kota Administratif Kupang yang berdasarkan PP Nomor 22 tahun 1978, yang peresmiannya dilakukan pada tanggal 18 September 1978.
Pada waktu itu Drs.Mesakh Amalo dilantik menjadi Walikota Administratif yang pertama, dan kemudian digantikan oleh Letkol Inf. Samuel Kristian Lerik pada tangal 26 Mei 1986 sampai dengan perubahan status menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang.
Perkembangan Kota Administratif Kupang sangat pesat selama kurang lebih 18 tahun, baik dibidang fisik maupun non fisik.
Kedudukan Kota Administratif  Kupang sebagai ibukota Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan pusat pengembangan wilayah Nusa Tenggara Timur.
Untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat, maka rakyat dan pemerintah Kota Administratif Kupang mengusulkan Kota Administratif menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang, dan ternyata disetujui oleh DPR dengan disyahkannya RUU Nomor 5 tahun 1996 tentang Pembentukan Kotamdya Daerah Tingkat II Kupang menjadi Undang-Undang pada tanggal 20 Maret 1996.
Kemudian Undang-Undang ini ditetapkan oleh Presiden RI menjadi UU Nomor 5 tahun 1996 tentang: Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang yang tertuang dalam lembaran negara RI Nomor 3632 tahun 1996.
Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Kupang diresmikan oleh Mendagri RI. Moh.Yogi SM pada tanggal 25 April 1996. Dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 22 tahun 1999, maka Kotamadya Kupang berubah menjadi Kota Kupang.

SukaTunjukkan lebih banyak tanggapan
Komentari

ADAT PERKAWINAN SUKU SABU

ADAT PERKAWINAN SUKU SABU

Adat perkawinan suku Sabu, Nusa Tenggara Timur, memiliki unsur kesatuan dan persatuan orang Sabu yang patut dihargai.


Pihak-pihak yang terlibat dalam adat perkawinan suku ini adalah para utusan (dari pihak laki-laki maupun perempuan), juru bicara kedua pihak, kepala adat (nuhu jami), orang tua perempuan dan ipar lelaki dari gadis, ibu-ibu yang pernah membantu ketika melahirkan gadis (pada saat buka kenoto), kerabat keluarga dan kenalan masing-masing pihak, turunan kakek dari lelaki (pada saat pengumpulan belis), orang tua lelaki bersama rombongan, dan kedua pengantin.
baju adat sabu
Tahap adat perkawinan Sabu dimulai dari hari bicara. Rombongan lelaki bersama juru bicara menuju ke rumah wanita untuk memulai pembicaraan adat (peli). Setelah ditentukan hari upacara (hari lodo), utusan dari pihak lelaki mengantar rukenan ae (tempat sirih pinang) sebagai lambang pinangan yang diberikan pada keluarga perempuan. Jika sirih pinang dimakan oleh keluarga perempuan, maka lamaran pun diterima. Lelaki juga membawa seekor babi besar (wawi rukena ae) untuk diantar ke rumah mertua perempuan sebagai tanda hormat.
ledo.jpg
Pada hari berikutnya, pihak dari lelaki mengantar kenoto melalui upacara pemaho rukenan ae dengan seekor babi ke rumah keluarga perempuan. Dalam antaran ini, masing-masing juru bicara akan membicarakan harga belis. Setelah itu, kenoto yang dibawa akan dibuka oleh keluarga perempuan, disaksikan oleh ibu-ibu yang membantu melahirkan si gadis.
Kemudian, di rumah lelaki diadakan acara makan bersama (nga’a kebue) sekaligus mengumpulkan kelengkapan belis. Belis yang sudah ada diantarkan ke rumah perempuan dan melangsungkan pembicaraan untuk kesepakatan adat. Gadis akan dibawa dari rumah orang tuanya ke rumah lelaki dan keluarga lelaki memberikan semua harga yang telah diputuskan bersama. Diadakan juga pembagian wawi ata-kii ata (babi dan kambing) kepada semua pihak. Pembagian ini disebut pala. Pada akhirnya, diadakan upacara nuhu amu (memasuki rumah), yang menandakan istri meninggalkan sukunya sebagai acara terakhir dari seluruh rangkaian adat perkawinan.

Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT)

Alat Musik Tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT)




Jenis alat musik tradisional kerakyatan Nusa Tenggara Timur dapat dijumpai di wilayah Kabupaten Flores, Kabupaten Sumba, Kabupaten Rote, Kabupaten Sabu, Kabupaten Ngada, Kabupaten Alor, Kabupaten Sikka, Kabupaten TTS (timur tengah selatan) maupun TTU (timur tengah utara). Masing-masing jenis kesenian alat musik tradisional tersebut memiliki kekhususan, keunikan dan karakteritas tersendiri, yang mencerminkan kehidupan dan kepribadian masyarakatnya tersendiri. 

Sasando 

Sasando 

Merupakan alat musik tradisional khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Di Pulau Rote, istilah sasando sering disebut sasandu yang berarti alat yang bergetar atau berbunyi, sedangkan di Kupang disebut Sasando. Cara memainkan alat musik ini dengan dipetik, hampir sama dengan kecapi dan gitar. Bahan pembuat sasando secara keseluruhan terbuat dari pohon daun lontar, yang dilengkungkan setengah lingkaran yang berfungsi sebagai resonansi. 

Sasando Elektrik 

Dari ujung ke ujung daun tersebut terlentang potongan bambu yang terlihat sebagai garis tengah bundaran, yang di letakan ganjalan di tengahnya untuk mengikat atau meletakan dawai atau senar, nada yang dihasilkan akan berbeda yang dipengaruhi oleh ganjalan. Meski sesando hampir sama dengan alat musik petik lainnya, namun sesando memiliki keunikan sendiri dengan musik atau nada yang bervariasi, sebab sesando memiliki senar yang banyak, mulai dari 28, 56 dan 84 dawai atau senar. 

Pitung Ong

Pitung Ong 

Alat Musik ini berasal dari Alor, terbuat dari kayu dan bambu. Alat musik ini secara lengkap mewakili bagian dari gong asli (perunggu). Pitung ong biasanya dimainkan di ladang sebagai ungkapan rasa bahagia setelah menyelesaikan kegiatan berkebun secara gotong royong, misalnya sehabis tanam dan selesai panen. permainan alat musik ini juga sering diselingi dengan tarian untuk menambah semarak suasana.

Edang / Ti / Harabili

Edang / Ti / Harabili 

Alat musik ini terbuat dari kayu, dengan panjang 20,5 cm dan lebar 2 cm. Alat musik jenis harpa mulut, terbuat dari belahan bambu yang tipis. Bagian tengah belahan terdapat lidah sebagai sumber bunyi. Pangkal lidah dipasang tali yang berfungsi untuk menggetarkan bagian lidah apabila ditarik ke arah kanan. Edang biasa dimainkan oleh para petani saat waktu senggang ketika di sawah.

Kediding (Adiding)

Kediding (Adiding) 

Alat musik ini berasal dari Alor, terbuat dari bambu. kediding termasuk dalam kelompok alat musik petik. Di sebelah kanan dan kiri lubang resonansi terdapat masing-masing 3 buah dawai. Alat musik ini sangat populer bagi masyarakat Kabupaten Alor yang berprofesi sebagai petani ladang. Mereka memainkan kediding saat menjaga ladang pada malam hari dan untuk menghilangkan rasa sepi.

Tambur Terompet (Bi)

Tambur Terompet (Bi)

Alat musik ini terbuat dari kayu, rotan dan kulit binatang. Tambur terompet dibuat dari kayu lai (sejenis kurma hutan) dan kulit rusa. Alat musik ini dimainkan saat berlangsung upacara adat dan untuk mengiringi lego-legi (tari tradisional) bagi kalangan bangsawan. Konon, tambur seperti ini pertama kali ditemukan oleh Agustinus. benda aslinya sekarang tersimpan di suku bangsa Alalu, Desa Aramaba, Kecamaan Pantar Tengah.

Mendut


Alat musik dari bamboo, petik atau dipukul dengan menggunakan sepotong kayu yang berukuran kecil, berasal dari Manggarai. Seruas bambu betung yang berumur 1,5 tahun, panjangnya kira-kira 40 m. Kedua ujung bambu dibiarkan, namun salah satunya dilubangi. 

Cara pembuatannya, di tengah bambu dilubangi persegi empat dengan ukuran 5 x 4 m. Disamping kiri kanan lubang masing-masing dicungkil satu kulit bambu yang kemudian diganjal dengan batangan kayu hingga berfungsi sebagai dawai. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan dipetik atau dipukul-pukul dengan kayu kecil.

WISATA NTT

Setelah puas berjalan - jalan di pulau Dewata Bali dengan pantai, pengunungan dan peninggalan sejarah serta prasastinya tibalah saatnya kita menelusuri dan melacak keindahan wisata di nusa tenggara timur.  Jauh sebelum nama NTT tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut sudah menjadi perhatian dunia. Harumnya bau cendana dari Timor sudah menerobos hingga Timur Tengah, Tiongkok, serta Eropa, serta beberapa penjuru bumi. Kekuatan bau cendana tersebut menjadikan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa serta Makasar, Tiongkok meperbuat pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana. Serta mereka meperbuat kontak dagang dengan cara langsung dengan raja-raja di Timor serta pulau-pulau kurang lebihnya, sang pemilik wilayah serta pemimpin rakyat.  Semacam halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur adalah provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau mutlak di wilayah ini adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, serta Pulau Timor Barat.  Sedangkan pulau-pulau lain di antaranya adalah Pulau-pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Serta, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau serta Solor.  Berikut ini tempat - tempat wisata yang berada di provinsi Nusa tenggara Timur yang indah dan elok.
  • Pulau Komodo

Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. di Pulau Komodo ini dikenal sebagai habitat orisinil fauna komodo yang ada di daerah ini, sertam adalah ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya itu pulau ini adalah kawasan Taman Nasional Komodo . Pulau Komodo berlokasi di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan Selat Sape, Kec. Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Komodo itu sendiri terdiri dari 3 tahap pulau utama, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca serta Pulau Padar. Tidak hanya fauna Komodo, apabila kamu meperbuat perjalanan di Pulau ini maka kamu bakal menemui fauna lokal semacam kera, babi, kerbau liar, kijang yang terkadang menjadi buruan komodo. Pemandangan alam di kurang lebih pulau ini pun tidak kalah cantik sebab laut serta terumbu karang yang bersih serta indah menghiasi sekeliling Pulau Komodo.
Pulau Komodo



Pulau Komodo terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. di Pulau Komodo ini dikenal sebagai habitat orisinil fauna komodo yang ada di daerah ini, sertam adalah ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Tidak hanya itu pulau ini adalah kawasan Taman Nasional Komodo . Pulau Komodo berlokasi di sebelah barat Pulau Sumbawa, yang dipisahkan Selat Sape, Kec. Komodo, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Komodo itu sendiri terdiri dari 3 tahap pulau utama, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca serta Pulau Padar. Tidak hanya fauna Komodo, apabila kamu meperbuat perjalanan di Pulau ini maka kamu bakal menemui fauna lokal semacam kera, babi, kerbau liar, kijang yang terkadang menjadi buruan komodo. Pemandangan alam di kurang lebih pulau ini pun tidak kalah cantik sebab laut serta terumbu karang yang bersih serta indah menghiasi sekeliling Pulau Komodo.
  • Pantai Pasir Panjang

Pantai Pasir Panjang memliki keunikan serta daya tarik tersendiri. Air pantai ini berwarna biru cerah serta agak kehijauan. Pantai ini dikelilingi karang yang besar. Disebut Pasir Panjang sebab pasir di kurang lebih pantai ini panjang serta luas.  Keindahan alam dan pasir yang menghijau menjadi sebuah daya tarik pantai pasir panjang. Pantai pasir panjang saat ini sangat divari para wisatawan yang menikmani keindahan suasana
Pantai Pasir panjang NTT
Pantai Pasir Panjang memliki keunikan serta daya tarik tersendiri. Air pantai ini berwarna biru cerah serta agak kehijauan. Pantai ini dikelilingi karang yang besar. Disebut Pasir Panjang sebab pasir di kurang lebih pantai ini panjang serta luas.  Keindahan alam dan pasir yang menghijau menjadi sebuah daya tarik pantai pasir panjang. Pantai pasir panjang saat ini sangat divari para wisatawan yang menikmani keindahan suasana alam yang alami.
  • Danau Kelimutu

Kelimutu terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru. kurang lebih 66 km dari kota Ende serta 83 kilometer dari Maumere tepatnya di puncak Taman Nasional Kelimutu. Sertaau Kelimutu ini mempunyai keunikan tersendiri, sertaaunya mempunyai tiga warna yang tidak sama kamu bisa menontonnya sendiri ketika mengunjungi sertaau ini. Pemandangan tiga buah sertaau yang berdekatan serta mempunyai warna masing-masing yang tidak sama. Gunung Kelimutu sejak jaman kolonial Belanda telah populer serta menjadi tempat liburan bagi orang Belanda yang mencari tempat berlibur. Letaknya yang tidak jauh dari Pulau Lombok sangat tidak sedikit dinikmati para wisatawan sebab mereka bisa berlibur di 2 tempat yang saling berdekatan. Pada sebuahwaktu, ketiga sertaau bakal berubah warna yang masing-masing warnanya tetap tidak sama. Inilah keindahan yang tidak tertandingi di belahan dunia manapun
Danau Kalimutu NTT
Kelimutu terletak di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru. kurang lebih 66 km dari kota Ende serta 83 kilometer dari Maumere tepatnya di puncak Taman Nasional Kelimutu. Sertaau Kelimutu ini mempunyai keunikan tersendiri, sertaaunya mempunyai tiga warna yang tidak sama kamu bisa menontonnya sendiri ketika mengunjungi sertaau ini. Pemandangan tiga buah sertaau yang berdekatan serta mempunyai warna masing-masing yang tidak sama. Gunung Kelimutu sejak jaman kolonial Belanda telah populer serta menjadi tempat liburan bagi orang Belanda yang mencari tempat berlibur. Letaknya yang tidak jauh dari Pulau Lombok sangat tidak sedikit dinikmati para wisatawan sebab mereka bisa berlibur di 2 tempat yang saling berdekatan. Pada sebuahwaktu, ketiga sertaau bakal berubah warna yang masing-masing warnanya tetap tidak sama. Inilah keindahan yang tidak tertandingi di belahan dunia manapun
  • Labuan Bajo

Labuan Bajo adalah pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Di labuan Bajo kamu bisa mengunjungi berbagai pulau yang menghadap ke pelabuhan ini semacam Pulau Bidadari, Pulau Kanawa, Pulau Kukusan Kecil serta Pulau Serayu. Tidak hanya itu kamu juga bisa mengunjungi Gua Batu Cermin di Labuan Bajo.  Keindahan alam dan keindahan air yang sangat jernih membuat labuan dajo menjadi daya tarik tersendiri.  Suasana alam yang asri dan masih sangat alami membuat labuan dajo menjadi distination terfavorit di NTT setelah pulau komodo
Labuan Bajo NTT
Labuan Bajo adalah pelabuhan yang menjadi pintu masuk ke Taman Nasional Komodo. Di labuan Bajo kamu bisa mengunjungi berbagai pulau yang menghadap ke pelabuhan ini semacam Pulau Bidadari, Pulau Kanawa, Pulau Kukusan Kecil serta Pulau Serayu. Tidak hanya itu kamu juga bisa mengunjungi Gua Batu Cermin di Labuan Bajo.  Keindahan alam dan keindahan air yang sangat jernih membuat labuan dajo menjadi daya tarik tersendiri.  Suasana alam yang asri dan masih sangat alami membuat labuan dajo menjadi distination terfavorit di NTT setelah pulau komodo
  • Air Terjun Cunca Rami

Air Terjun Cunca Rami berjarak 30 km dari Labuan Bajo, sebelum mencapai air terjun ini kamu wajib menyusuri hutan Mbelling serta meperbuat perjalanan kurang lebih 30 menit sampai 1 jam untuk mencapainya. Apabila kamu berkunjung ke manggarai barat tidak ada salahnya mengunjungi tempat wisata ini.  Air terjun cuanca rami ini menjadi obyek wisata yang sangat menarik.  Suanana yang alami yang mampu membuat hati kita nyaman dan tentram saat berada di dekat air terjun cuanca rami. Gemercik airnya dapat menenangkan hati yang lagi galau.
Air Terjun Cuanca Rami
Air Terjun Cunca Rami berjarak 30 km dari Labuan Bajo, sebelum mencapai air terjun ini kamu wajib menyusuri hutan Mbelling serta meperbuat perjalanan kurang lebih 30 menit sampai 1 jam untuk mencapainya. Apabila kamu berkunjung ke manggarai barat tidak ada salahnya mengunjungi tempat wisata ini.  Air terjun cuanca rami ini menjadi obyek wisata yang sangat menarik.  Suanana yang alami yang mampu membuat hati kita nyaman dan tentram saat berada di dekat air terjun cuanca rami. Gemercik airnya dapat menenangkan hati yang lagi galau.
  • Danau Sano Nggoang

Danau Sano Nggoang terletak di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Kegiatan yang bisa kamu perbuat disini adalah rekreasi dengan menungang kuda keliling sertaau, mandi air panas, trekking.  Danau sano nggoang di kenal masyarakat sekitar sebagai danau yang memiliki keasrian dan kenikmatan tersendiri.  Masyarakat nusa tenggara timur banyak yang menghabiskan hari libur mereka untuk berkunjung ke danau yang masih alami ini.
Danau Sano Nggoang
Danau Sano Nggoang terletak di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Flores. Kegiatan yang bisa kamu perbuat disini adalah rekreasi dengan menungang kuda keliling sertaau, mandi air panas, trekking.  Danau sano nggoang di kenal masyarakat sekitar sebagai danau yang memiliki keasrian dan kenikmatan tersendiri.  Masyarakat nusa tenggara timur banyak yang menghabiskan hari libur mereka untuk berkunjung ke danau yang masih alami ini.
  • Kampung Megalitik

Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur selanjutnya bakal memperkenalkan kebuyaan lokal yang menjadi daya tarik para wisatawan terutama wisatawan dari mancanegara. Dikenal sebagai kampung megalitik sebab jalan di kampung ini adalah batuan yang tersusun rapi. Serta menurut penduduk setempat ada jejak kaki di setiap jalan batu ini yang diyakini sebagai telapak kaki Dhake dari Aimere yang dahulu membangun jalan batu megalit ini.  Hal inilah yang membuat kampung megalitik saat ini banyak didatangi wisatawan asing untuk mengabadikan kealamian kampung megalitik ini.
Kampung Megatik
Tempat wisata di Nusa Tenggara Timur selanjutnya bakal memperkenalkan kebuyaan lokal yang menjadi daya tarik para wisatawan terutama wisatawan dari mancanegara. Dikenal sebagai kampung megalitik sebab jalan di kampung ini adalah batuan yang tersusun rapi. Serta menurut penduduk setempat ada jejak kaki di setiap jalan batu ini yang diyakini sebagai telapak kaki Dhake dari Aimere yang dahulu membangun jalan batu megalit ini.  Hal inilah yang membuat kampung megalitik saat ini banyak didatangi wisatawan asing untuk mengabadikan kealamian kampung megalitik ini.
  • Pantai Kolbano NTT

Pantai Kolbano terletak di Desa Kolbano, Nusa Tenggara Timur. Pantai dengan keindahan serta keunikannya yang menjadi tempat wisata di Nusa Tenggara Timur ini sangat tidak sama dengan pantai-pantai lain di Indonesia. Apabila kamu menonton pantai dengan pesisir pasir warna putih alias hitam itu adalah faktor yang biasa. Tapi apabila kamu berkunjung di Pantai Kolbano yang bakal kamu temui adalah pesisir pantai yang terdiri dari batuan warna warni yang bertekstur lembut. Inilah yag menjadi daya tarik dari pantai Kolbano, yang tidak bakal ditemui di pantai manapun di Indonesia. Pasti anda ingin menghabiskan waktu anda bukan sambil bermain batu dan bermain air...
Pantai Kalbano NTT
Pantai Kolbano terletak di Desa Kolbano, Nusa Tenggara Timur. Pantai dengan keindahan serta keunikannya yang menjadi tempat wisata di Nusa Tenggara Timur ini sangat tidak sama dengan pantai-pantai lain di Indonesia. Apabila kamu menonton pantai dengan pesisir pasir warna putih alias hitam itu adalah faktor yang biasa. Tapi apabila kamu berkunjung di Pantai Kolbano yang bakal kamu temui adalah pesisir pantai yang terdiri dari batuan warna warni yang bertekstur lembut. Inilah yag menjadi daya tarik dari pantai Kolbano, yang tidak bakal ditemui di pantai manapun di Indonesia. Pasti anda ingin menghabiskan waktu anda bukan sambil bermain batu dan bermain air...
  • Pantai Lasiana
Pantai Lasiana adalah pantai unggulan di Kupang. Pantai ini mempunyai pasir putih serta hanparan batu karang yang ada di tepi pantai. Di sekeliling Pantai Lasiana tersedia pohon kelapa. Bisa dikatakan Pantai Laksana adalah Brazilnya Indonesia. Pantai Lasiana sangat tepat bagi kamu yang ingin berlibur menghabiskan waktu luang bersama keluarga.  Tempat yang asri dan alami akan membawa nuansa hati yang lelah dengan pekerjaan sehari hari akan menjadi damai dan tenang.. Segera kunjungi pantai lasiana di kupang nusa tenggara timur
Pantai Lasiana NTT
Pantai Lasiana adalah pantai unggulan di Kupang. Pantai ini mempunyai pasir putih serta hanparan batu karang yang ada di tepi pantai. Di sekeliling Pantai Lasiana tersedia pohon kelapa. Bisa dikatakan Pantai Laksana adalah Brazilnya Indonesia. Pantai Lasiana sangat tepat bagi kamu yang ingin berlibur menghabiskan waktu luang bersama keluarga.  Tempat yang asri dan alami akan membawa nuansa hati yang lelah dengan pekerjaan sehari hari akan menjadi damai dan tenang.. Segera kunjungi pantai lasiana di kupang nusa tenggara timur
  • Pantai Tablolong
Lokasi pantai  Tablolong agak jauh dari kota Kupang. Pantai Tablolong mempunyai keunikan tersendiri yaitu warna pasir pantainya yang berwarna merah jambu. Untuk anggaran masuk, kamu lumayan bayar Rp. 5000 fanda telah bisa menikmati indahnya suasana pantai serta pepohonan yang tumbuh di tas karang. Warna air di pantai ini juga unik, yaitu hijau serta biru.  Keindahan pantai tablolong mampu mencuri minat para wisatawan lokal dan mancanegara untuk menghabiskan liburan di pantai tablolong
Pantai Tablolong NTT
Lokasi pantai  Tablolong agak jauh dari kota Kupang. Pantai Tablolong mempunyai keunikan tersendiri yaitu warna pasir pantainya yang berwarna merah jambu. Untuk anggaran masuk, kamu lumayan bayar Rp. 5000 fanda telah bisa menikmati indahnya suasana pantai serta pepohonan yang tumbuh di tas karang. Warna air di pantai ini juga unik, yaitu hijau serta biru.  Keindahan pantai tablolong mampu mencuri minat para wisatawan lokal dan mancanegara untuk menghabiskan liburan di pantai tablolong
  • Pulau Semau
Pulau Semau mempunyai pantai yang berpasir putih serta suasana yang lumayan mistis. Di Pulau Semau tersedia mata air yang berbentuk kolam serta dikelilingi oleh pepohonan. Kamu bisa mandi alias sekedar berendam di kolam mata air ini untuk merasakan kesegaran airnya.  Keindahan pulau ini menjadi salah satu faktor yang dapat memancing wisatawan untuk menghabiskan waktunya di pulau semau ini.  Alam yang sangat alami ini menjadi pemandangan menarik bagi wisatawan dan pecinta alam.
Pulau Semau NTT
Pulau Semau mempunyai pantai yang berpasir putih serta suasana yang lumayan mistis. Di Pulau Semau tersedia mata air yang berbentuk kolam serta dikelilingi oleh pepohonan. Kamu bisa mandi alias sekedar berendam di kolam mata air ini untuk merasakan kesegaran airnya.  Keindahan pulau ini menjadi salah satu faktor yang dapat memancing wisatawan untuk menghabiskan waktunya di pulau semau ini.  Alam yang sangat alami ini menjadi pemandangan menarik bagi wisatawan dan pecinta alam.
  • Air Terjun Oehala
Air Terjun Oehala mempunyai bentuk yang unik semacam kasur. Tidak sedikit pepohonan di kurang lebih air terjun ini jadi memunculkan suasana yang sejuk. Air di sana sangat segar, tentunya kamu tidak mau ketinggalan menikmati keindahan air terjun ini dengan airnya yang sangat Segar dan dapat memberikan sebuah ketenangan batin.  Air terjun ini sehari - harinya ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara untuk menghabiskan waktunya berenang dan bermain air diair terjun oehala ini.  Tempat yang menghijau membuat para wisatawan nyaman dan betah berada disini.
Air Terjun Oehala Kupang NTT
Air Terjun Oehala mempunyai bentuk yang unik semacam kasur. Tidak sedikit pepohonan di kurang lebih air terjun ini jadi memunculkan suasana yang sejuk. Air di sana sangat segar, tentunya kamu tidak mau ketinggalan menikmati keindahan air terjun ini dengan airnya yang sangat Segar dan dapat memberikan sebuah ketenangan batin.  Air terjun ini sehari - harinya ramai dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara untuk menghabiskan waktunya berenang dan bermain air diair terjun oehala ini.  Tempat yang menghijau membuat para wisatawan nyaman dan betah berada disini.

Bahagia berwisata di Provinsi Nusa Tenggara Timur  dengan keindahan pantai gunung dan pulau yang membuat mata kita sulit untuk berkedip.  Jagalah alam kita, karna kekayaan alam adalah kekayaan kita semua. Terimakasih Selamat Berlibur